Dinginnya Jogja
sedang hangat menjadi topik pembicaraan, keluhan, atau bahan retweet-an bagi para penduduknya. Cuaca ini pun jadi pemicu terjadinya sakit
kepala yang sekarang sedang saya alami. Disamping persiapan produksi iklan
untuk divisi saya besok, yang persiapannya belum juga bisa ditinggal. Lebaran
sudah dekat, hitung mundur 8 hari, dan
orang-orang sudah bersuka ria merencakankan
agenda selama liburan, kumpul keluarga, juga membeli baju atau perlengkapan
serba baru.
Flashback ke beberapa hari lalu,
peristiwa sederhana dan membahagiakan terjadi. Komitmen baru saya bersama
seseorang terucap dan kami sepakati, untuk menuju arah yang lebih baik
bersama-sama. Sederhana, tidak seperti euphoria
lalu yang kata orang bagai “fireworks”
atau perayaan meriah lainnya. Namun jelas ada kebahagiaan hangat yang mengalir,
bukan sekedar senang disertai kegugupan. Rasa yang ingin saya bagi
kebahagiaannya bersama orang-orang terdekat saya saat itu juga.
Seperti matahari
yang setia hadir setiap hari menghangatkan, dan malam yang bergantian menjaga dalam
kegelapan, saya ingin saling melengkapi dengan cara demikian. Kebersamaan kami
sangat sehari-hari, wajar, namun penuh pelajaran.
Diantara masa
Ramadhan, dinginnya cuaca Jogja, dan beberapa tanggungjawab yang harus
diselesaikan, saya lega memiliki penghangat, pelengkap, dan pengisi semangat.
Serupa Bumi, yang tak habis menerima dan mengolah.

0 komentar:
Posting Komentar