Copyright © Gradasi Cerah
Design by Dzignine
Sabtu, 09 Februari 2013

Pekerjaan Memanusiakan Manusia


Segala konsep yang hadir berikut ini berawal dari tujuan mulia generasi muda, yaitu memanusiakan manusia dalam melakukan pekerjaan.
Apa yang terpikir oleh kita mengenai pekerjaan? Ekonomi? Kapitalisme? Pemilik Modal? Strategi Bisnis? Atau, kecurangan? Semua hal tersebut ada dan nyata dalam keseharian pekerjaan, apapun bidang dan bentuknya. Percaya atau tidak, kehidupan kita diluar bangku sekolah adalah senyata-nyatanya rimba yang ada.
Piramida ekonomi sudah tak bisa terelakkan pada kehidupan kapitalis masa kini. Budaya popular yang kini tumbuh subur, semakin menguatkan jaring piramida menjadi kian kokoh. Pemilik modal adalah raja piramida, berposisi di puncak, dan paling ekslusif secara kuantitas. Semakin kebawah, jumlah semakin semakin membludak, dengan kualitas rupiah semakin mengecil, berbanding terbalik dengan kuantitasnya.
Sebagai generasi muda bernalar dan berbudi sehat, tidakkah kita merasa ada yang salah? Tugas kita ketika masuk belantara kehidupan kini, bukan lagi mengkuti aturan main piramida kapitalis yang ada. PR yang lebih patut kita emban bukanlah ikut terjebak didalamnya, melainkan terus menerus menumbuhkan inovasi membentuk sistem yang lebih baik.
Apa definisi “lebih baik” dalam hal ini? Bagaimana kita memakmurkan sesama, secara adil dan merata. Bagaimana kita membentuk sistem pekerjaan yang memanusiakan manusia. Bukankah menyenangkan ketika jerih payah kita tidak hanya dihargai dengan materi, namun juga kepuasan batin akan penghargaan dan pujian rekan? Kebahagian yang diperoleh semua pihak secara merata, atau biasa diistilahkan win win solution mengarahkan kita pada system yang lebih terbuka dalam melakukan bisnis atau pekerjaan.
Keinginan untuk selalu menghargai sesama, menghormati perbedaan yang ada, dan senantiasa diskusi untuk sebuah kemajuan merupakan keharusan. Inovasi tanpa henti adalah kewajiban sebagai generasi muda, yang seharusnya belum “takut” pada jeratan norma bernama birokrasi. Kemungkinan-kemungkinan peluang dan penyelesaian perkara selalu memiliki jalan yang di luar kebiasaan. Kita bisa, hanya belum terlatih saja.
Obsesi selanjutnya, bagaimana mengubah mindset kita mengenai piramida kapitalis seperti tersebut diatas. Kita dapat mulai membayangkan bagaimana bila sebagai para pencetus ide, kita memiliki posisi yang sejajar dengan para pemilik modal. Kita bisa dapat saling menghargai area “kekuasaan” masing-masing pihak dengan cara yang fair. Dengan demikian, kita menerapkan kemajuan dalam rangka menuju konsep ideal pekerjaan, yang memanusiakan manusia.

0 komentar:

Posting Komentar