Segala konsep yang hadir berikut
ini berawal dari tujuan mulia generasi muda, yaitu memanusiakan manusia dalam
melakukan pekerjaan.
Apa yang terpikir oleh kita
mengenai pekerjaan? Ekonomi? Kapitalisme? Pemilik Modal? Strategi Bisnis? Atau,
kecurangan? Semua hal tersebut ada dan nyata dalam keseharian pekerjaan, apapun
bidang dan bentuknya. Percaya atau tidak, kehidupan kita diluar bangku sekolah
adalah senyata-nyatanya rimba yang ada.
Piramida ekonomi sudah tak bisa
terelakkan pada kehidupan kapitalis masa kini. Budaya popular yang kini tumbuh
subur, semakin menguatkan jaring piramida menjadi kian kokoh. Pemilik modal
adalah raja piramida, berposisi di puncak, dan paling ekslusif secara
kuantitas. Semakin kebawah, jumlah semakin semakin membludak, dengan kualitas
rupiah semakin mengecil, berbanding terbalik dengan kuantitasnya.
Sebagai generasi muda bernalar
dan berbudi sehat, tidakkah kita merasa ada yang salah? Tugas kita ketika masuk
belantara kehidupan kini, bukan lagi mengkuti aturan main piramida kapitalis
yang ada. PR yang lebih patut kita emban bukanlah ikut terjebak didalamnya,
melainkan terus menerus menumbuhkan inovasi membentuk sistem yang lebih baik.
Apa definisi “lebih baik” dalam
hal ini? Bagaimana kita memakmurkan sesama, secara adil dan merata. Bagaimana
kita membentuk sistem pekerjaan yang memanusiakan manusia. Bukankah
menyenangkan ketika jerih payah kita tidak hanya dihargai dengan materi, namun
juga kepuasan batin akan penghargaan dan pujian rekan? Kebahagian yang
diperoleh semua pihak secara merata, atau biasa diistilahkan win win solution mengarahkan kita pada
system yang lebih terbuka dalam melakukan bisnis atau pekerjaan.
Keinginan untuk selalu menghargai
sesama, menghormati perbedaan yang ada, dan senantiasa diskusi untuk sebuah kemajuan
merupakan keharusan. Inovasi tanpa henti adalah kewajiban sebagai generasi
muda, yang seharusnya belum “takut” pada jeratan norma bernama birokrasi.
Kemungkinan-kemungkinan peluang dan penyelesaian perkara selalu memiliki jalan
yang di luar kebiasaan. Kita bisa, hanya belum terlatih saja.
Obsesi selanjutnya, bagaimana
mengubah mindset kita mengenai
piramida kapitalis seperti tersebut diatas. Kita dapat mulai membayangkan
bagaimana bila sebagai para pencetus ide, kita memiliki posisi yang sejajar
dengan para pemilik modal. Kita bisa dapat saling menghargai area “kekuasaan”
masing-masing pihak dengan cara yang fair.
Dengan demikian, kita menerapkan kemajuan dalam rangka menuju konsep ideal pekerjaan,
yang memanusiakan manusia.

0 komentar:
Posting Komentar