Copyright © Gradasi Cerah
Design by Dzignine
Jumat, 26 April 2013

"Gadis Kretek"





Novel karya Ratih Kumala ini bercerita tentang kisah cinta dalam keluarga pemilik bisnis rokok kretek. Novel ini memiliki alur waktu bolak balik,antara zaman modern ini dan era penjajahan tahun 1930-1950an. Bahasa dalam novel ini cukup mudah dimengerti, tidak menggunakan kosakata sulit ataupun kalimat yang “berat”. Novel ini dapat dijadikan bacaan yang menyenangkan di akhir minggu, atau menemani sore J Yang menarik, sebagai kelengkapan kisah cinta, novel ini pun mengisahkan sejarah pendirian industri kretek kala itu. Tokoh utama dalam novel ini bertugas menelusuri sejarah masa lalu keluarganya untuk menemukan sesosok Jeng Yah.
Menurutku pribadi,ada beberapa hal yang menarik dalam novel ini. Pertama, bagaimana si penulis meenggambarkan tipikal pengembangan bisnis keluarga, dalam hal ini pabrik kretek. Penulis memaparkan bagaimana tahapan si Ayah mendidik dan menanamkan displin pada Si Sulung selaku penerus. Selain itu, penokohan 3 karakter Mas Tegar, Mas Karim, dan Lebas yang bersifat saling melengkapi. Berdasar referensi pribadi, Mas Tegar aku sebut berkepribadian Koleris-Melankolis, Mas Karim adalah Sanguinis-Phlegmatis, serta Lebas yang Sanguinis-Melankolis.
Kenapa aku sebut demikian? Karena dalam novel ini, penulis menggambarkan Mas Tegar sebagai pemimpin utama Pabrik Kretek Djagad Raja, Penerus bisnis keluarga. Ia adalah pengambil segala keputusan, Koleris. Ia meraih semua dengan proses ketekunan yang panjang, ia memikirkan hal detil, serius, Melankolis. Kedua, Mas Karim, ditandai dengan perannya sebagai penengah antara kakak (MasTegar) dan adiknya (Lebas). Ia pun pendengar yang baik, Phlegmatis. Ia selalu menjadi penggembira,ceria,diantara situasi panas kakak adiknya yang berselisih, Sanguinis. Lebas, yang hidupnya penuh spontanitas, berwarna, mudah bergaul, Sanguinis. Disamping itu, ia seniman handal yang keras kepala mempertahankan kemauannya,melankolis. Bagiku, pemaparan penulis mengenai 3 tokoh tadi otomatis membuatku berkesimpulan demikian. Hal ini tersurat jelas. Dapat diambil pelajaran, bagaimana perbedaan karakter yang seringkali membuat ketiga tokoh terlibat keributan, namun ketika disatukan menjadi perpaduan yang sempurna.
Sementara,hal lain yg sangat menarik adalah mengenai semangat feminisme yang kental. Hal pertama yang menarik saya untuk membaca buku ini adalah bagian covernya yang menarik. Digambarkan seorang perempuan berkebaya, sedang merokok kretek. Judul bukunya pun “Gadis Kretek”. Sejak awal melihat novel ini, saya membayangkan betapa kuat dan tegarnya sosok wanita yang akan digambarkan dalam novel ini. Hal itupun terbukti dari perjalanan sejarah pabrik kretek dalam novel ini, dimana pada pilar tertentu, tokoh perempuan lah yang memiliki andil cukup besar. Bahkan mengenai kesetiaan cinta, hingga akhir novel penulis tetap menyajikan agungnya nilai cinta seorang perempuan.

Demikian kesanku mengenai buku ini. Terimakasih kepada Penulis, Mbak Ratih Kumala. :)


0 komentar:

Posting Komentar