Selasa, 11 Juni 2013
Masa Senang, Masa Sedih
Sudah seharian ini Jogja mendung, bahkan hujan di beberapa area (menurut info linimasa twitter). Ini menurunkan semangat hingga 200%. Atau ini cuma saat yang tepat untuk menyalahkan cuaca atas kemalasan sehari-hari.
Beberapa waktu ini, aku merasakan perkembangan, dalam hal ini kemajuan dalam hidup teman-teman sekitar. Ujian-ujian yang dihadapi lebih rumit, lebih berat dibanding sebelumnya. Untungnya, teman-teman saya ini hebat. Seringkali persoalan dihadapi dengan senyum, kekeonyolan, dan usaha yang sungguh-sungguh. Ya, dihadapi dengan combo sikap-sikap tadi dalam sekali waktu.
Semalam, aku membaca sebuah novel perjuangan Pamoedya AT. Beliau menceritakan bahwa bagi penulis, ketika yang dikisahkan adalah hal yang merana, penindasan, bahkan beratnya perjuangan, sebaiknya tak kehilangan keceriaan. Keceriaan atau kebahagiaan adalah hal yang wajib ada, disajikan oleh penulis. Penulis memiliki kewajiban moral untuk menyampaikan adanya harapan, secercah cahaya, hadiah, ataupun kemenangan setelah perjuangan. Hal ini penting demi menjaga motivasi. Dengan petikan kebahagian ditengan kisah sedih, diharapkan jiwa pembaca tak suram.
Menghadapi ujian atau cobaan adalah setangguh-tangguhnya fase seseorang. Menyikapi dengan positif adalah sebaik-baik doa dan pengharapan yang bisa dilakukan. Masa sedih seringkali membuat kita merasa sendiri, terbebani, dan hari-hari suram. Walaupun tidak mudah, berusaha ingat bahwa kita tidak pernah sendiri, ada hari-hari baik menanti, dan bahkan selalu ada tawa ditengah cobaan yang diberikan.
Untuk semua teman-teman yang sedang berjuang di jalannya masing-masing, Semangat ya! ^^d sukses untuk kalian.. aku senang menjadi bagian dari perjalanan kalian :’)

0 komentar:
Posting Komentar