Tujuan adalah titik dimana kita mengarahkan
segala upaya dan aktivitas kita untuk mewujudkannya.
Tulisan ini dilatarbelakangi pertanyaan
salah seorang senior dan mentor ku setelah aku "gagal" dalam proses
rekrut PT. HM Sampoerna (Philip Morris). Ia menanyakan padaku,
"Intan,sebenarnya apa tujuanmu?" Kalau boleh aku artikan,maksud
tujuan disini adalah secara duniawi,ingin jadi apa aku 5-10tahun mendatang.
Baiklah..
Ketika aku membayangkan,apa yang aku
inginkan di masa depanku,yang terbayang adalah seorang ibu yang baik bagi
keluarga.
Pengertian ini aku jabarkan sebagai berikut
:
1. Peranku yang baik sebagai istri.
Karena hal ini,
maka aku pun ingin memiliki pasangan yg baik secara logika dan spiritual. Aku
ingin menjadi seseorang yang mendukungnya dalam keadaan apapun. Maka dari itu,
kemampuan ku pun tidak bisa hanya "sekedar". Aku percaya bahwa
semesta akan mempertemukan kita dengan lawan yang sebanding. Semakin kita
memperbaiki diri,maka kita pun akan dipertemukan dengan yang baik.
Memperbaiki diri disini dapat diwujudkan dengan menambah ilmu
pengetahuan (sekolah lanjutan),ataupun dengan melakukan aktivitas positif dan
produktif.
2. Menjadi Ibu yang baik bagi keturunanku
kelak.
Semakin aku besar,
aku meyakini pengertian ibu yang baik tidaklah sederhana. Untuk mendidik dan
menghasilkan generasi yang baik, maka sang pendidik juga harus berkualitas.
Kualitas sebagai ibu yang baik menuntut kita kaum perempuan untuk selalu
meningkatkan kemampuan. Baik itu secara ilmu, pengalaman, juga ke-Tuhan-an.
Dengan dua tujuan
di atas, secara riil nya, aku tidak membatasi apapun jalurnya. Pekerjaan yang
aku jalani saat ini membuatku cukup belajar,baik secara ilmu maupun
sosialisasi. Hanya saja,pun aku mngharapkan secara materi, itu bisa memenuhi. Kebutuhanku
akan materi tidak membayangkan hasil "berlebihan". Kemapanan yang aku
harapkan adalah dicapai dari usaha dan pelajaran,sehingga apa yang aku yakini
tidak hilang di tengah jalan. Kesanggupan berbagi kepada yang membutuhkan,
kesanggupan membiayai pendidikan baik keluarga atau keturunan merupakan hal
penting yang ingin aku wujudkan. Kemapanan tak lengkap tanpa ada ilmu yang
mumpuni. Ilmu adalah saka bagi kehidupan. Menuntut ilmu lanjutan pun aku
inginkan. Sekolah setara S2 jurusan Psikologi adalah yang bisa aku bayangkan
sekarang.
Bicara mengenai
kegagalan yang baru saja aku alami, itu pelajaran berharga. Aku terpukul? Iya
:) Aku kecewa? Iya :) Tapi aku yakin, ada rencana lebih baik di balik ini.
Kiranya hal tadi tidak sejalan dengan apa yang jadi tujuan, maka berarti aku
harus lebih cermat dan bijak lagi dalam merencanakan langkah hidupku. Untuk
kedepan, tentu bimbingan para rekan dan senior sangat aku harapkan.. ^^
Untuk siang ini, sekian..

0 komentar:
Posting Komentar