22 Desember 2012 Solo
Grand Mall, 11.32
Hari Ibu…. Menurut event kalender
nasional hari ini..
Ibu…
Dalam hidupku saat ini, aku
memiliki dua ibu.
Pertama, Ibu yang susah payah
mengandung dan melahirkan aku ke dunia, serta merawat aku semasa kecil. Dengan
segala kepayahan, keberanian, dan kasih sayang, beliau mengantar aku ke dunia,
dan mendampingiku hingga 5 tahun awal. Kenapa hanya 5 tahun awal? Ya..ia pergi
dari dunia pada saat aku berusia 5 tahun. Mengenangnya tak pernah jelas di
kepalaku.
Bayang paras hitam manisnya aku
dapatkan dari kumpulan foto yang tersimpan usang di rumahku. Dan aku membukanya
kembali saat SMP, berarti sekitar 6 tahun setelah peristiwa itu. Bukan berarti
selama itu aku tak mengenangnya…aku melakukannya, hanya saja aku tak mengenalnya.
Kalian tau rasanya? Seseorang yang paling berharga dalam hidupmu, begitu mulia
untukmu, begitu menyayangimu, dan kamu menyayanginya, namun tak mengenalnya,
bahkan untuk mengingatnya pun susah. Ya, aku masih kecil sewaktu itu.
Namun peran ibu dalam hidupku
sejatinya tak pernah hilang. (Mungkin) Tak lama berselang setelah kepergian ibuku,
aku memiliki Ibu kembali. Inilah yang ke dua.
Kali ini, paras wajahnya dapat terpatri jelas
di ingatanku. Selama kurang lebih 5 tahun perkembangan hidupku selanjutnya, aku
melihatnya setiap hari. Bulan-bulan sulit di hidupku semasa kecil aku lalui dan
dilindungi olehnya. Bagaimana mungkin aku tak menyayanginya. Namun kalian
tau? Seseorang yang kau junjung tinggi,
engkau sayangi, dan menyayangimu, tak bisa selalu kau rasakan kedekatan batin
dengannya. Ya, kebersamaanku selama 5 tahun dengannya dalam ingatanku, melalui
masa sulit itu.
Di Hari Ibu ini, aku mengenang kedua ibu ku
yang sangat mulia. Yang melahirkan aku ke dunia, mengajarkan aku merangkak,
berdiri, berjalan, berlari, membaca, dan menyanyi. Yang menjaga ku dari
cokelat, permen, kenakalan bocah seumurku, dan memakaikan aku baju puteri
dongeng. Dan kemudian, yang merawatku di masa kritis, yang mendampingi sekolah
pagi ku, yang menangani rewelan menjengkelkanku, yang sabar menerima bantahan
ku, yang berdiri tegar menyayangi masa remaja dan beranjak dewasa ku.
Terimakasih ibu – ibu ku..
Aku sayang kalian...

:) (Y)
BalasHapus